Showing posts with label jobhunting. Show all posts

Assistant Professor → Associate Professor in Japanese University

I got promoted as Associate Professor on April 1. Alhamdulillah!

 

Of course it was hard work, blood, sweat and tears, no shortcut!


Working in a Japanese university is extremely hard. We need to do all the work - literally all - from sweeping and cleaning the lab, making coffee when guests are coming, preparing for a bunch of classes, teaching, evaluating, marking the score, taking care of students, being the person in charge for department, faculty, and university level of something (for example, managing department's SNS, department's marketing, making pamphlet, and so on and so on - the list can go on), being active in academic life outside campus, and lastly, research. Yes, research! Research is the last thing that you can do in the university that I work. 

Let's talk about this later, now not thou.


To get promoted to be Associate Professor in this university, here are the requirements:

  1. PhD holder (Currently, job applications for lecturers are only for PhDs, but lecturers from the old days sometimes still have no PhD)
  2. Must have experience guiding the thesis of 4th year students (The criteria for each department is different, in my department, more than 20 students) 
  3. Write an essay about the targets to be achieved in the new position and career design as a lecturer
  4. In the last 5 years must publish at least 3 international journals or 4 local journals as first author
  5. Points from teaching experience (criteria for each department are different extremely difficult to explain, so skip! But as a hint there are criteria for the number of classes, the number of students, class evaluation by students)
  6. Points from academics (number of journals published, impact factor, number of proceedings, number of presentations at conferences, number of academic awards, number of patents, number of books). Point weight is different for first author and non-first author
  7. Points from non-academics (helping association as for example secretary, being chairperson at conference, being an adviser in a student club, being an adviser in company)
  8. Points from research grants (where have you gotten research grants, how many are principal investigators, how many are research members)
  9. Points from being in charge of department activities (being in charge of any role in department, faculty and university activities) 
  10. Print all the documents (at least 4 copy), explain and evaluated by your supervisor (lab boss), department chair, dean and for university. Then after passing through, the documents will be checked again and again by campus' Human Resources Committee (mostly Professors) to be recommended to the university boss (Rector and Chairman of the Board of Directors of a school foundation)


In Japan, you don't have to get approval from the Ministry of Education and Culture or the Japanese Higher Education (I heard in several countries you must get approval from the ministry...). All of this is regulated within the university/foundation, so it is the university/foundation that determines whether you become a professor. The university only have to report to the Ministry of Education and Culture and attach all the documents.


Pertimbangan berhenti dari pekerjaan sebagai peneliti di kantor swasta, beralih menjadi dosen di Jepang

Sejak April 2016 sampai saat ini (Agustus 2018) saya masih terhitung menjadi seorang peneliti di sebuah kantor swasta di Jepang. Saya merasa banyak sekali pelajaran yang didapat dari kantor saya sekarang.

Tapi tidak semuanya berjalan lancar, saya punya 3 kendala besar selama bekerja di perusahaan ini

Kendala bekerja di perusahaan saat ini1. Kendala solat Jumat
Ada 2 cara solat jumat
(1)Ke Masjid terdekat dari kantor saya, tapi jarak masjid kantor saya ke Masjid terdekat di Chibune, Osaka atau Kobe cukup jauh, butuh waktu 50 menit untuk sampai ke Masjid, artinya untuk bisa solat Jumat minimal saya butuh 2 x 50 menit + solat sekitar 20 menit = 115 menit, atau 2 jam. Sementara istirahat di kantor saya hanyalah 45 menit. Disamping itu, solat Jumat dimulai pukul 13:30 di Chibune dan pukul 13:05 di Kobe, kantor saya sendiri istirahat pukul 12:15 sampai 13:00. berarti diluar waktu istirahat saya harus menemukan skema untuk keluar kantor selama 2 jam. 
(2)Solat didalam kantor, namun tidak ada muslim yang beribadah selain saya sendiri.
Untuk bisa solat jumat, saya harus ambil cuti, dikarenakan, belum adanya skema yang bisa saya pakai untuk bisa solat Jumat ke Masjid. Saya berulang kali konsultasi baik ke atasan, kepegawaian, ataupun ke serikat kerja, saya pun berulang kali menawarkan ide, agar saya dibolehkan solat Jumat ke Masjid, misalnya setelah Solat Jumat, saya bisa lembur tanpa dibayar selama 2 jam. Selain itu saya pun pernah menawarkan agar pihak kepegawaian bisa memotong gaji saya selama 2 jam setiap minggu. Namun, ide saya selalu ditolak. Salah satu alasan ditolak karena pada jam 11:00 sampai 16:00 adalah "core time" di kantor kami dan kami harus berada di kantor pada jam tersebut. Alasan lainya adalah, saya merupakan orang pertama yang meminta untuk diperbolehkan Solat Jumat, jadi belum ada aturan mengenai hal tersebut. Selain itu saya pernah ditolak karena alasan, kesetaraan, misalnya bagaimana dengan orang lain yang meminta keluar kantor untuk beberapa saat tapi bukan untuk Solat Jumat, bisa jadi hanya untuk bermain main.
Satu-satunya cara untuk saya agar bisa Solat Jumat hanyalah ambil cuti, kendalanya jumlah cuti terbatas, saya hanya bisa Solat Jumat 1 bulan sekali.
Padahal sebagai laki-laki muslim Solat Jumat itu diwajibkan, karena itu lah saya merasakan kendala yang sangat berat.

2. Kendala bidang yang dikerjakan terlalu berbeda jauh
Kendala kedua dalam bekerja di kantor saya saat ini adalah bidang keahlian yang terlalu berbeda jauh. Bidang yang saya kerjakan di kantor saat ini sangat tidak berhubungan dengan apa yang pernah saya kerjakan.
Sebelum bekerja, bidang kehlian saya adalah teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk pertanian dan perikanan, manajemen berbasis statistik, analisis wave-like-object (mirip dengan prosesi sinyal) ataupun pengindraan jarak jauh. Sekarangsaya bekerja untuk mengembangkan computer aided manufacturing pada numerical control untuk milling machine, sebuah bidang yang sangat membutuhkan pemahaman Aljabar linear, geometri, modeling (matematika yang setidaknya menurut saya level tinggi). Pernah saya bahas dalam tulisan saya yang sebelumnya kalau saya saat ini sedang struggle dengan matematika di tulisan ini (link).
Karena bidang yang terlalu jauh ini lah saya belum bisa mengaplikasikan keahlian saya yang pernah saya pelajari sebelumnya. Saya juga merasa bahwa kemampuan saya yang sebenarnya tidak bisa keluar, saya pun belum bisa berkontribusi terhadap kantor meskipun telah bekerja selama lebih dari 2 tahun. Saya paham, bekerja selama 2 tahun itu masih dalam tahap pembelajaran, sehingga smasih sulit untuk berkontribusi. Namun saya tetap merasa hal ini adalah sebuah kendala bagi saya saat ini.

3. Kendala karir di masa depan
Saya tidak yakin, jika saya bekerja di perusahaan ini karir saya akan naik.
Kantor tempat saya bekerja adalah sebuah perusahaan multinasional yang bahkan masuk ke dalam list Forbes Global 500, namun masih merupakan perusahaan yang sangat konservatif. Sebagai contoh, meskipun telah hampir 100 tahun berdiri, masuk kedalam Forbes Global 500, namum jumlah pegawai asing di dalam Jepang ternyata masih dibawah 100 orang. Dari 100 orang itu, tidak ada 1 orang pun yang menjadi manager, apalagi menjabat sebagai direktur, deputi, dan sebaginya diatas level manager.
Manager grup saya sendiri baru menjadi manager setelah bekerja selama 22 tahun, padahal menurut saya dia sangat cerdas, pertanyaan dan komentarnya tajam, idenya out of the box, orangnya tegas tapi menyenangkan. Di kantor saya, orang Jepang yang seperti manager saya itu tidaklah sedikit, saya harus bersaing dengan mereka untuk karir saya. Saya rasa sangat sulit, bahkan mungkin hampir mustahil. Selain masih sangat konservatif, masih lebih mendahulukan orang Jepang sebagai penduduk lokal, saya juga tidak yakin bisa bersaing di tengah tengah orang yang level kecerdasanya diatas saya. Saya perkirakan, karir saya akan berhenti di tingkat supervisor jika terus berada disini.
Saya rasa satu-satunya jalan untuk saya agar bisa berkarir hanyalah pindah ke lingkungan kerja yang lebih memungkinkan untuk saya berkarir di Jepang, atau bertahan pada perusahaan tempat saya sekarang namun pindah keluar Jepang.


==============
Posisi dosen di universitas
Saat itu lah saya dikontak oleh professor saya ketika di universitas, beliau menawarkan posisi sebagai dosen
Sistemnya, tenure track, menjadi research assistant professor selama 4 taun, berikutnya tenure assistant professor saat memenuhi persyaratan dari universitas.
Professor saya menghubungi saya bulan Januari, saya mengirimkan berkas syarat untuk melamar sebagai dosen pada bulan Maret. Setelah lolos seleksi dokumen, saya diwawancara pada bulan April oleh dosen dosen di jurusan yang saya tuju. Lalu saya lolos wawancara tahap pertama dan melangkah ke wawancra tahap kedua dan diwawancarai oleh pejabat-pejabat di universitas seperti dekan dan bahkan waktu itu rektor pun datang saat wawancara. Berikutnya saya dikabari diterima pada bulan Juli oleh professor saya, namun surat resmi bahwa saya diterima tak kunjung datang sampai bulan Agustus.

Meskipun saya belum menerima surat resmi dari universitas, perusahaan saya memiliki peraturan tertulis untuk pengunduran diri, jadi terpaksa saya konsultasi dengan manager dan kepegawaian, kalau saya mau berhenti kerja karena 3 alasan kendala yang saya sebutkan diatas.


==============
Pertimbangan untuk bertahan di perusahaan sekarang
Setelah konsultasi dengan kepegawaian, ada godaan dan kendala untuk berhenti dari perusahaan ini
1. Ditawarkan kantor untuk memakai sistem khusus agar bisa solat Jumat!
Saya sangat senang mendengar hal ini, pada ahirnya perusahaan membolehkan Solat Jumat dengan skema lembur tidak dibayar selama meninggalkan kantor untuk Solat Jumat. Tapi, bonus saya akan dipotong, saya sebetulnya tidak terlalu bermasalah dengan bonus yang dipotong, meskipun ada rasa kecewa, karena saya jika bertahan di kantor ini. Karena saya telah mengganti waktu untuk Solat Jumat dengan waktu lembur yang tidak dibayar, kenapa bonus harus dipotong juga. Selain itu setelah selalu ditolak selama lebih dari 2 tahun, kenapa setelah saya bilang ingin keluar baru diperbolehkan Solat Jumat, dan mereka bisa memproses agar saya bisa Solat Jumat hanya dalam 1 jam. Berarti selama lebih dari 2 tahun ini konsultasi saya tidak terlalu dianggap serius oleh pihak kepegawaian kantor. Saya jadi berpikir, jika di masa depan saya mengelami kendala lain, apakah akan ditolak dan baru diterima saat saya bilang lagi mau keluar...

2. Gaji dosen yang menurun cukup drastis, sementara biaya hidup di Tokyo lebih tinggi
Bukanlah sebuah rahasia lagi jika pendapatan bekerja di perusahaan multinasional swasta lebih besar daripada bekerja sebagai dosen. Sementara biaya hidup di Tokyo lebih tinggi dari Itami. Bekerja pada perusahaan multinasional swasta dengan pendapatan yang cukup besar membuat saya berada di atas gunung, dan ketika tau pendapatan sebagai dosen membuat saya dijatuhkan dari atas gunung yang pernah saya rasakan. Meskipun sebenarnya pendapatan dosen tidaklah buruk dibandingkan dengan pendapatan rata-rata pekerja di Jepang. Namun tetap saja ini menjadi pertimbangan saya dalam memilih pekerjaan karena perbedaan pendapatannya cukup besar, dalam setahun pendapatan bekerja di perusahaan saya sekarang dan sebagai dosen beda sekitar 1 juta yen, atau 130 juta rupiah dengan kurs saat ini.

Saya meminta waktu kepada bagian kepegawaian kantor dan manager saya untuk berpikir lebih lanjut selama 1 minggu saat libur obon


==============
Pertimbangan memilih pindah
Untuk Solat Jumat saya rasa sudah tidak ada masalah baik saya meneruskan bekerja di perusahaan sekarang ataupun pindah ke universitas di Tokyo.
Untuk urusan gaji, memang akan lebih berat, harus lebih irit lebih dari sekarang. Tapi saya rasa gaji dosen masih cukup untuk kami sekeluarga dan untuk sekolah anak kami di masa depan.

1. Karir
Seperti yang saya tuliskan diatas, di perusahaan sekarang kemungkinan besar tidak akan lebih dari supervisor, sementara di universitas bisa menjadi professor. Tentu jika memenuhi syarat, target saya sendiri bisa jadi professor dalam 15 tahun mendatang.

2. Pendidikan agama anak
Ada option untuk TPA atau madrasah di Tokyo, misalnya di madrasah YUAI, Masjid Otsuka, SRIT dan lain sebagainya. Jadi pendidikan agama untuk anak saya relatif lebih baik.

3. Kenyamanan istri
Pindah ke Tokyo membuka kemungkinan untuk istri saya untuk bekerja atau melanjutkan belajar bahasa Jepang yang sempat terputus. Tidak bisa dipungkiri, peluang untuk bekerja di Tokyo lebih besar dari di Itami.
Selain itu, istri saya bisa memiliki lebih banyak teman, karena lebih banyak komunitas orang Indonesia di Tokyo dan sekitarnya. Terkadang ada juga seminar seminar atau perteuan membahas macam macam hal yang diorganisir oleh suatu grup wanita Indonesia di Jepang.


==============
Mengundurkan diri dari posisi sekarang
Setelah mempertimbangkan hal - hal diatas, saya memutuskan untuk keluar dari perusahaan sekarang dan berkiprah menjadi dosen di universitas di Tokyo.
Saya sendiri telah memberikan surat pengunduran diri kepada manager dan bagian kepegawaian. Hari ini, tadi pagi, manager saya mengumumkan kepindahan saya kepada anggota grup kami.



Itami, 21 Agustus 2018
Ramadhona Saville, PhD
TKI di Jepang

Mencari kerja di Jepang, Gambaran Umum ♯1

Hari ini saya mengobrol dengan salah satu teman saya yang sedang mencari pekerjaan di Jepang.
Hal itu membuat saya mengingat kembali proses pencarian kerja saya beberapa tahun silam.
Pada 2015 Maret saya mulai mencari pekerjaan di Jepang, saat itu saya sedang menempuh program doktor tahun ke 2.

Timing
Sistem pencarian kerja di Jepang bagi yang berkuliah di Jepang adalah mencari pekerjaan setahun sebelum rencana kelulusan. Misalnya, rencana lulus doktor saya adalah taun 2016, maka saya sebaiknya mencari pekerjaan sejak tahun 2015.
Saya juga memulai pencarian kerja sejak Maret bukan tanpa alasan, namun karena pada bulan maret lah mulai diadakan job hunting seminar (就職活動セミナー) atau joint job fair (合同説明会). Biasanya job hunting atau job fair diadakan saat masih "dingin" mulai Januari sampai Maret.

Job Hunting Seminar
Pada seminar ini biasanya kita diberitau mengenai tata cara mencari pekerjaan di Jepang, jadwal pencarian kerja di Jepang dan mengenai pengetahuan dasar pencarian kerja di Jepang. Misalnya,
-timing job fair (Februari-Mei),
-mengajak kita berfikir dan memfokuskan untuk membatasi industri yang kita tuju, apakah itu industri manufaktur, industri makanan, jasa ataupun lainya, ataupun perusahaan sfesifik yang dituju
-kapan sebaiknya mendaftar di website perusahaan yang dituju (Februari-Mei),
-timing mengirimkan entry sheet (berikutnya disingkat ES, Februari-Juni),
-timing wawancara (April-Agustus),
-timing mendapatkan job offer (Agustus-Februari)
Namun tentu saja timing yang saya tulis diatas adalah timing rata-rata di jepang, tidaklah mutlak, tiap perusahaan bisa jadi berbeda.
Pada seminar tersebut biasanya juga diajarkan untuk pertama kali menuliskan ES atau CV (履歴書).
*note: saya memilih perusahaan agen pencarian kerja (人材派遣会社) yang relatif tidak terlalu besar, karena biasanya perusahaan yang tidak terlalu besar informasihnya tepat sasaran, dan setiap pencari kerja biasanya di"bantu" oleh satu orang staff agar bisa membantu kita mengeck ES, CV, ataupun latihan wawancara.
Biasanya perusahaan besar seperti Rikunavi atau Mynavi, memberi info yang terlalu banyak, membuat kita pencari kerja bingung sendiri, selain itu tidak ada staff yang membantu kita mengecekkan ES, CV, apalagi latihan wawancara.

Joint Job Fair (Februari-Mei)
Joint job fair merupakan acara yang menarik bagi pencari kerja, karena pada kesempatan ini, dalam 1 aula besar ada banyak perusahaan-perusahaan yang membuka stan, menjelaskan mengenai perusahaan mereka dan ada sesi tanya jawab singkat setelah diadakan penjelasan.
Tahun 2015 saya menyempatkan diri mendatangi beberapa joint job fair misalnya
-joint job fair Rakuten (untuk seluruh mahasiswa yang ada di Jepang)
-joint job fair Global Leader (khusus untuk orang asing di jepang)
-joint job fair AYNJ (khusus untuk warga negara ASEAN atau yang tertarik bekerja yang berhubungan dengan ASEAN)
Dan beberapa joint job fair lainya.
Di saat ini lah kita bisa mencari informasi sebanyak banyaknya mengenai perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang, juga bisa bertanya apa saja. Saat ini lah kita bisa mulai memfokuskan industri yang kita tuju untuk bekerja di masa depan. Di saat itu pun saya baru "ngeh" kalau perusahaan yang belum pernah saya dengar sebelumnya pun banyak sekali yang menarik dan faktanya merupakan perusahaan yang sangat besar. Misalnya mitsubishi electric corporation (melco), sampai saat itu saya hanya tau mitsubishi sebagai merek mobil, tapi faktanya melco bukan merupakan anak perusahaan dari mitsubishi motor (pembuat mobil), mereka perusahaan yang berbeda. Ternyata melco jika diperhatikan lebih baik ada dimana mana mulai dari tv, rice cooker, kulkas, lift, eskalator, sampai satelit, namun namanya baru saya dengar saat joint job fair.
Saya saat itu memutuskan untuk memfokuskan mencari pekerjaan di bidang manufaktur, lebih konkretnya di bagian litbang. Alasanya? karena menurut saya industri manufaktur itu menarik, dan merupakan salah satu industri kebanggan Jepang, saya bisa belajar banyak dari situ. Litbang saya pilih karena juga litbang merupakan salah satu kelebihan Jepang, Jepang memiliki kekuatan riset yang baik baik di dunia akademik maupun di perusahaan swasta, lagi lagi saya bisa belajar banyak dari situ.

Job Fair Spesifik Perusahaan (企業別説明会)
Setelah mengikuti beberapa kali joint job fair saya mulai bisa memetakan perusahaan yang saya tertarik. jika perusahaan itu merupaka perusahaan besar, biasanya mereka mengadakan job fair khusus untuk perusahaan itu. Misalnya panasonic, hitachi, melco dan lainya. Pada saat ini biasanya diadakan di dalam 1 aula yang terdapat stan departemen departemen perusahaan tersebut mulai dari stan litbang, marketing, patent dan copyright, produksi, sampai ke stan anak perusahaan. Saat itu, biasanya juga ada staff perusahaan yang ada di tiap stan yang akan membagi pengalaman kerja mereka di departemen yang bersangkutan. Disini kita dapat mengetahui informasi pekerjaan di departemen yang kita tuju dan bertanya mengenai apapun mengenai itu.

Melamar Kerja
Melamar kerja disini biasanya mengirimkan ES, saat ini banyak perusahaan yang memiliki sistem online untuk memasukan ES. Setelah itu biasanya ada tes kemempuan dasar (SPI) dan psikotes yang harus kita lewati.
Biasanya bahasa Jepang, meskipun saat ini saya dengar sudah banyak perusahaan yang mengadakan tes ini dalam bahasa inggris.
Jangan hawatir dengan bahasa jepang, bisa menjawab SPI setengah saja sudah bagus untuk kita yang bukan native.
*note: Kalau tidak tau jawabanya atau waktunya habis, pilih saja jawaban yang sama untuk semua pertanyaan yang kita tidak bisa jawab, kalau saya selalu menjawab [b] untuk semua pertanyaan yang saya tidak bisa jawab.

Wawancara (April-Agustus)
Setelah mengirimkan ES dan melakukan tes, biasanya di website ada pemberitauan apakah kita lolos ke tahap wawancara atau tidak. Biasanya jika lolos ke tahap wawancara, akan ada rata-rata 2x wawancara sampai kita mendapatkan job offer. pertama tama wawancara oleh staff HRD, dan kedua biasanya dengan sekelas manager/bahkan direktur di departemen yang kita tuju. 
Ada beberapa jenis wawancara dalam melakukan pencarian kerja di Jepang, yang saya tau,
-focus group discussion (fgd), pada fgd kita akan dibuatkan grup kecil sekitar 4-6 orang, ditambah ada penilai dari perusahaan. Biasanya grup kita akan dihadapkan pada suatu masalah yang disajikan oleh tim penilai, setelah itu cara kita bekerja dalam tim akan dinilai.
-Makan-makan, ini merupakan salah satu jenis wawancara terselubung, tidak banyak perusahaan yang melakukan tipe wawancara seperti ini, tapi ini benar-benar ada. biasanya kita diundang untuk datang ke sebuah aula yang telah di set untuk berpesta, kita diberikan nomor meja di gabung dengan para kandidat lain dan tim penilai di tiap meja. Saat ini yang dinilai adalah tata cara kita berkomunikasi dengan orang lain.
-wawancara grup, biasanya wawancara grup ini dilakukan bersamaan dengan beberapa kandidat lain (3-8) orang. Pada saat inin kita akan ditanya dengan pertanyaan yang sama secara bergantian dan berutrutan, entah dari kanan ke kiri atau sebaliknya.
-wawancara individual, biasanya kita sendiri vs beberapa orang dari perusahaan.
*note:wawancara grup ataupun individu biasanya mengacu kepada ES yang kita buat, tidak jarang pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan yang sama dengan yang ada di ES. Jadi jangan sampai lupa apa yang kita tulis di ES.

Job Offer (内定 - Agustus-Februari)
Setelah melalui rangkaian pencarian kerja yang saya tuliskan diatas, jika lolos semua tahapan, kita akan mendapatkan Job Offer, bisa melalui telepon, email, surat atau bahkan melalui universitas (pembimbing/career center universitas). Biasanya setelah mendapat job offer, kita akan diberikan waktu untuk berfikir untuk menerima tawaran kerja tersebut atau tidak. 

Selamat mencari kerja di Jepang

三菱電機 就職 エピソード

三菱電機 就職 エピソード
Job hunting, Mitsubishi electric


3月中旬 合同説明会、マイページに登録
4月中旬 三菱電機説明会、当日に見学会があるとわかり、リクルーターがいなくても人事の方に見学会を頼むこと
5月中旬 尼崎にて研究所の見学会または1次面談、ここで個別見学会が決定
5月下旬 尼崎にて研究所の個別見学会または2次面談ここで面接が決定
6月中旬 手書きのエントリーシートを提出、SPIを行うこと
6月下旬 尼崎にて研究所で1次面接
8月上旬 本社で最終面接
8月上旬 内定


詳細:

1次面談
5月中旬
見学会の形で面接
2つのグループ(4人と5人)に分けられ、1人はだいたい以下の通りの時間。
自己紹介2分程度、研究内容3分程度、質疑応答。
対策:
事前にきちんと研究内容と自己分析をすること
シンプルでわかりやすい研究内容を説明すること
緊張せずにリラクスすること
質問:
なぜ今の研究が必要か
リーダーシップエピソード
モノづくりの業界になぜ入りたいか
*終わったら人事の方と話し、「リクルーターがいなくても根性は持っている」と多少アピールすることから、人事の方に個別見学会を勧められたことで、センサ応用と制御部署に個別見学会をやりたいことを伝えた
**次の日に駆動制御の個別見学会が決定


2次面談と1次面接はほぼ同じ
5月下旬と6月下旬
個別見学会の形で個人面接
事前にいくつかの書類が送られ、すべて記入すること
研究内容をpdf形式で送ること(フォーマット自由)
履歴書をワード形式で送ること
研究内容を10分以内でパワーポイントで発表すること(ノートパソコン持参)、質疑応答
対策:
1次面接と同じ
質問:
なぜ今の研究が必要か、研究内容の詳細
リーダーシップエピソード
苦労したエピソードとそこから学ぶこと
自分の強みとそのエピソード
志望動機
なぜ大学の教員/助手じゃなく、企業に入りたいか
現在の住まいは東京だけど、関西に行ってもいいか
(私はイスラム教徒のため)お祈り、食事等の宗教について
逆に自分からの質問:
仕事のやりがい
仕事することにおいて必要なこと
今までの採用された学生は何の専攻の方だったか
*終わったら人事の方と話し、「推薦に切り替えることはできるか」と聞かれた


最終面接
8月上旬
最終面接
最終面接の際は論作文「手書きの履歴書や小論文(当時はあなたを表す文字を書き、説明せよ)」
対策:
1次面接と同じ
質問:
自己紹介
研究内容を3分以内に話すこと
なぜ今の研究が必要か、研究内容の詳細
苦労したエピソードとそこから学ぶこと
自分の強みとそのエピソード
志望動機
なぜ大学の教員/助手じゃなく、企業に入りたいか
逆に自分からの質問:
これからに事業展開


しっかり自己分析をすること、面接またはしゃべることのストーリーテリングの練習を鏡の前と人の前にすることが大事だと思います。
リクルーターはいないから優先されない、最新情報を知ることが遅れる、ライバルが帝国大学や名門大学ばかりで大変だが、きちんと自分の根性、人間力、できることをアピールができれば、問題ないと思います。ただしアピールしすぎはあまり良くないと思います。