Showing posts with label people. Show all posts

Assistant Professor → Associate Professor in Japanese University

I got promoted as Associate Professor on April 1. Alhamdulillah!

 

Of course it was hard work, blood, sweat and tears, no shortcut!


Working in a Japanese university is extremely hard. We need to do all the work - literally all - from sweeping and cleaning the lab, making coffee when guests are coming, preparing for a bunch of classes, teaching, evaluating, marking the score, taking care of students, being the person in charge for department, faculty, and university level of something (for example, managing department's SNS, department's marketing, making pamphlet, and so on and so on - the list can go on), being active in academic life outside campus, and lastly, research. Yes, research! Research is the last thing that you can do in the university that I work. 

Let's talk about this later, now not thou.


To get promoted to be Associate Professor in this university, here are the requirements:

  1. PhD holder (Currently, job applications for lecturers are only for PhDs, but lecturers from the old days sometimes still have no PhD)
  2. Must have experience guiding the thesis of 4th year students (The criteria for each department is different, in my department, more than 20 students) 
  3. Write an essay about the targets to be achieved in the new position and career design as a lecturer
  4. In the last 5 years must publish at least 3 international journals or 4 local journals as first author
  5. Points from teaching experience (criteria for each department are different extremely difficult to explain, so skip! But as a hint there are criteria for the number of classes, the number of students, class evaluation by students)
  6. Points from academics (number of journals published, impact factor, number of proceedings, number of presentations at conferences, number of academic awards, number of patents, number of books). Point weight is different for first author and non-first author
  7. Points from non-academics (helping association as for example secretary, being chairperson at conference, being an adviser in a student club, being an adviser in company)
  8. Points from research grants (where have you gotten research grants, how many are principal investigators, how many are research members)
  9. Points from being in charge of department activities (being in charge of any role in department, faculty and university activities) 
  10. Print all the documents (at least 4 copy), explain and evaluated by your supervisor (lab boss), department chair, dean and for university. Then after passing through, the documents will be checked again and again by campus' Human Resources Committee (mostly Professors) to be recommended to the university boss (Rector and Chairman of the Board of Directors of a school foundation)


In Japan, you don't have to get approval from the Ministry of Education and Culture or the Japanese Higher Education (I heard in several countries you must get approval from the ministry...). All of this is regulated within the university/foundation, so it is the university/foundation that determines whether you become a professor. The university only have to report to the Ministry of Education and Culture and attach all the documents.


Muslim travelers in Japan prioritize prayer room when choosing place to dine out!

Driving factor of Muslim travelers in Japan when choosing a place for dining out?
 
Together with Ahmad Mahbubi Mufti , we tried to clarify factors influencing Muslim travelers when dining out in Japan.
 
1. What’s the priority for Muslim travelers when choosing a place for dining out?
> 70% of Muslim travelers in Japan prioritized prayer room availability more than halal-certified food (although in the last decade we experienced halal boom). Only 20% of Muslim travelers were prioritizing halal-certified food. If you are making a business targeting Muslim travelers (maybe after this COVID-19 pandemic end), then you should consider providing a prayer room as your first service priority. If you still have the budget, time and energy, then gaining halal certification is also a good idea.
 
2. How much are Muslim travelers willing to pay for one serve of halal-certified food with a prayer room available?
> They were willing to pay for as much as 1.5 times higher than the average price of the same dish in Japan. E. g. Muslim travelers were willing to pay as much as 1,200 JPY for ramen (the average price of ramen in 2018 was 800 JPY). Their purchasing power is good, and they tend not to consider price when selecting their preferred place.
 
If you are interested to read the full paper (it’s open access), you can find it here

Belajar Marketing dari Elon Musk

Siapa yang tidak tau "Elon Musk" ?
Wajahnya ada di berbagai macam media, cuitan cuitan dia ada di berbagai media pula.
Perusahaanya sedang naik daun, Tesla, SpaceX.

Terlepas dari dia menjual berbagai mimpi dan realisasi dari topik yang sedang populer lihat saja perusahaan yang dia punya.

Jadi menurut saya, visi dan realisasi mas Elon memang beda sama kebanyakan orang lain. Yang saya ingin soroti adalah, di saat yang bersamaan dia juga banyak melakukan banyak branding dan marketing dengan cara yang cerdas, sebagai booster, saya duga dia (mungkin dengan timnya mungkin ngga) sengaja melakukanya apalagi tau kalau dia juga punya gelar di bidang fisika dan ekonomi manajemen. Dia tau percis prinsip ekonomi, apa itu marketing, manajemen dan hal yang berhubungan dengan topik tersebut.

Yang paling mudah dilihat untuk dunia marketing itu twitternya mas Elon, mas Elon tenar di banyak media masa dan media sosial sejak taun 2015, frekuensi twit (dan twit nyelenehnya obviously) makin meningkat sejak 2015 juga.

Ada analisis yang menarik mengenai cuitan mas Elon, bisa dilihat disini.
<https://www.business2community.com/sales-management/we-analyzed-Elon-musks-twitter-heres-what-we-learned-about-sales-psychology-02229161>

makin nyeleneh twitnya makin banyak followernya, makin banyak retweetnya dsb, bukan cuman twitternya, sns sns lain mas Elon pun trendnya begitu, makin banyak media coveragenya, makin banyak twit dan twit nyelenehnya mas Elon, kecenderunganya mas Elon sadar kalau itu bisa jadi marketingnya.
Makanya saya pikir, selain visi dan realisasi yang jelas, paralel dengan juga dengan brandingnya, itu booster yang sangat berpengaruh untuk dapat pengikut, sekali dapat pengikut, apalagi setia, bisa jauh lebih mudah jadi investor atau customer dan repeat customer nantinya.

Apakah ada yang pernah dengar nama "Joshua Tetrick"? Saya rasa sangaat sedikit yang pernah dengar, dia juga pebisnis, perusahaan makanan dengan visi yang jelas, realisasinya juga jelas, tapi ngga setenar mas Elon, atau banyak pebisnis pebisnis lainya juga seperti itu
Apakah visi dan realisasi eksekutif perusahaan lain juga kalah dari mas Elon? saya rasa ngga juga, tapi apakah setenar mas Elon? sayangnya ngga, disitu dibutuhkan branding (marketing).

Contoh lain. self driving car, tesla dan perusahaan lama saya, kualitas diatas kertas, sistem perusahaan lama saya sedikit lebih baik, tapi sedikit sekali yang tau sistem self driving perusahaan lama saya, ok memang bukan apple to apple perbandinganya, tesla bikin self driving car system, mobilnya dan batrenya, perusahaan lama saya bikin sistem sama komponennya aja di dalem mobil mobil lain, tapi ya media coverage dan brandingnya jauh beda. Itu bisa terjadi karena branding dan marketing yang kuat.

Atau ketika mobil mobil tesla di launch, coverage media masanya, sns, fanboy, gaungnya terdengar dimana2, di periode yang sama mobil2 lainya, apakah seperti itu? Sayangnya jauh kalah oleh berita tesla
Yang ahir ahir ini sebelum corona rame, juga ada cybertruck, itu beritanya berminggu minggu, dimana mana, jadi meme dimana mana, ada kaca pecah pas launching, yang banyak yang bilang juga kesengajaan di buat dipanggung seperti itu, buat marketing mereka supaya diberitakan dimana mana, kalau memang betul disengaja ada insiden kaca pecah, itu cerdas sekali.
Kalau pun ngga sengaja dan beneran insiden juga hebat sekali karena bisa berubah jadi popularitas karena insiden, tetep beritanya dimana mana juga, again branding, marketing.

Apakah popularitas di media masa, sns dll mempengaruhi harga saham dan valuasi perusahaan? Iya juga sebagai salah satu faktor, mungkin besar mungkin ngga pengaruhnya, tergantung jenis perusahaanya, tapi berpengaruh.
Ini contoh lain karena cuitan di media yang mempengaruhi valuasi perusahaanya (Tesla). Branding, marketing itu sangat berpengaruh.
<https://www.washingtonpost.com/technology/2020/05/01/musk-tesla-stock/>

Untuk tesla, juga berpengaruh, mereka baru jual sekitar 300,000 - 400,000 mobil di tahun 2019, dibanding perusahaan mobil lain, ya jauh dibawah, profit? masih sedikit dan cenderung naik, makanya marketing juga salah satu ujung tombak bagi perusahaan, apalagi  yang masih bergantung dari investor, menggaet investor butuh marketing yang bagus juga pastinya, supaya investor percaya, apalagi masih sedikit profitnya.

Ada juga yang bilang value nya tesla itu ya karena media coveragenya sangat berpengaruh, (malah banyak yang bilang overvaluated juga) diperlakukan kayak tech company semacem amazon atau google, uzai kamoshiremasen ga, media coverage adanya karena efek branding, marketing

Mungkin opini saya ada yang setuju, ada yang ngga, ya ngga apa apa namanya opini :)

Pertimbangan berhenti dari pekerjaan sebagai peneliti di kantor swasta, beralih menjadi dosen di Jepang

Sejak April 2016 sampai saat ini (Agustus 2018) saya masih terhitung menjadi seorang peneliti di sebuah kantor swasta di Jepang. Saya merasa banyak sekali pelajaran yang didapat dari kantor saya sekarang.

Tapi tidak semuanya berjalan lancar, saya punya 3 kendala besar selama bekerja di perusahaan ini

Kendala bekerja di perusahaan saat ini1. Kendala solat Jumat
Ada 2 cara solat jumat
(1)Ke Masjid terdekat dari kantor saya, tapi jarak masjid kantor saya ke Masjid terdekat di Chibune, Osaka atau Kobe cukup jauh, butuh waktu 50 menit untuk sampai ke Masjid, artinya untuk bisa solat Jumat minimal saya butuh 2 x 50 menit + solat sekitar 20 menit = 115 menit, atau 2 jam. Sementara istirahat di kantor saya hanyalah 45 menit. Disamping itu, solat Jumat dimulai pukul 13:30 di Chibune dan pukul 13:05 di Kobe, kantor saya sendiri istirahat pukul 12:15 sampai 13:00. berarti diluar waktu istirahat saya harus menemukan skema untuk keluar kantor selama 2 jam. 
(2)Solat didalam kantor, namun tidak ada muslim yang beribadah selain saya sendiri.
Untuk bisa solat jumat, saya harus ambil cuti, dikarenakan, belum adanya skema yang bisa saya pakai untuk bisa solat Jumat ke Masjid. Saya berulang kali konsultasi baik ke atasan, kepegawaian, ataupun ke serikat kerja, saya pun berulang kali menawarkan ide, agar saya dibolehkan solat Jumat ke Masjid, misalnya setelah Solat Jumat, saya bisa lembur tanpa dibayar selama 2 jam. Selain itu saya pun pernah menawarkan agar pihak kepegawaian bisa memotong gaji saya selama 2 jam setiap minggu. Namun, ide saya selalu ditolak. Salah satu alasan ditolak karena pada jam 11:00 sampai 16:00 adalah "core time" di kantor kami dan kami harus berada di kantor pada jam tersebut. Alasan lainya adalah, saya merupakan orang pertama yang meminta untuk diperbolehkan Solat Jumat, jadi belum ada aturan mengenai hal tersebut. Selain itu saya pernah ditolak karena alasan, kesetaraan, misalnya bagaimana dengan orang lain yang meminta keluar kantor untuk beberapa saat tapi bukan untuk Solat Jumat, bisa jadi hanya untuk bermain main.
Satu-satunya cara untuk saya agar bisa Solat Jumat hanyalah ambil cuti, kendalanya jumlah cuti terbatas, saya hanya bisa Solat Jumat 1 bulan sekali.
Padahal sebagai laki-laki muslim Solat Jumat itu diwajibkan, karena itu lah saya merasakan kendala yang sangat berat.

2. Kendala bidang yang dikerjakan terlalu berbeda jauh
Kendala kedua dalam bekerja di kantor saya saat ini adalah bidang keahlian yang terlalu berbeda jauh. Bidang yang saya kerjakan di kantor saat ini sangat tidak berhubungan dengan apa yang pernah saya kerjakan.
Sebelum bekerja, bidang kehlian saya adalah teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk pertanian dan perikanan, manajemen berbasis statistik, analisis wave-like-object (mirip dengan prosesi sinyal) ataupun pengindraan jarak jauh. Sekarangsaya bekerja untuk mengembangkan computer aided manufacturing pada numerical control untuk milling machine, sebuah bidang yang sangat membutuhkan pemahaman Aljabar linear, geometri, modeling (matematika yang setidaknya menurut saya level tinggi). Pernah saya bahas dalam tulisan saya yang sebelumnya kalau saya saat ini sedang struggle dengan matematika di tulisan ini (link).
Karena bidang yang terlalu jauh ini lah saya belum bisa mengaplikasikan keahlian saya yang pernah saya pelajari sebelumnya. Saya juga merasa bahwa kemampuan saya yang sebenarnya tidak bisa keluar, saya pun belum bisa berkontribusi terhadap kantor meskipun telah bekerja selama lebih dari 2 tahun. Saya paham, bekerja selama 2 tahun itu masih dalam tahap pembelajaran, sehingga smasih sulit untuk berkontribusi. Namun saya tetap merasa hal ini adalah sebuah kendala bagi saya saat ini.

3. Kendala karir di masa depan
Saya tidak yakin, jika saya bekerja di perusahaan ini karir saya akan naik.
Kantor tempat saya bekerja adalah sebuah perusahaan multinasional yang bahkan masuk ke dalam list Forbes Global 500, namun masih merupakan perusahaan yang sangat konservatif. Sebagai contoh, meskipun telah hampir 100 tahun berdiri, masuk kedalam Forbes Global 500, namum jumlah pegawai asing di dalam Jepang ternyata masih dibawah 100 orang. Dari 100 orang itu, tidak ada 1 orang pun yang menjadi manager, apalagi menjabat sebagai direktur, deputi, dan sebaginya diatas level manager.
Manager grup saya sendiri baru menjadi manager setelah bekerja selama 22 tahun, padahal menurut saya dia sangat cerdas, pertanyaan dan komentarnya tajam, idenya out of the box, orangnya tegas tapi menyenangkan. Di kantor saya, orang Jepang yang seperti manager saya itu tidaklah sedikit, saya harus bersaing dengan mereka untuk karir saya. Saya rasa sangat sulit, bahkan mungkin hampir mustahil. Selain masih sangat konservatif, masih lebih mendahulukan orang Jepang sebagai penduduk lokal, saya juga tidak yakin bisa bersaing di tengah tengah orang yang level kecerdasanya diatas saya. Saya perkirakan, karir saya akan berhenti di tingkat supervisor jika terus berada disini.
Saya rasa satu-satunya jalan untuk saya agar bisa berkarir hanyalah pindah ke lingkungan kerja yang lebih memungkinkan untuk saya berkarir di Jepang, atau bertahan pada perusahaan tempat saya sekarang namun pindah keluar Jepang.


==============
Posisi dosen di universitas
Saat itu lah saya dikontak oleh professor saya ketika di universitas, beliau menawarkan posisi sebagai dosen
Sistemnya, tenure track, menjadi research assistant professor selama 4 taun, berikutnya tenure assistant professor saat memenuhi persyaratan dari universitas.
Professor saya menghubungi saya bulan Januari, saya mengirimkan berkas syarat untuk melamar sebagai dosen pada bulan Maret. Setelah lolos seleksi dokumen, saya diwawancara pada bulan April oleh dosen dosen di jurusan yang saya tuju. Lalu saya lolos wawancara tahap pertama dan melangkah ke wawancra tahap kedua dan diwawancarai oleh pejabat-pejabat di universitas seperti dekan dan bahkan waktu itu rektor pun datang saat wawancara. Berikutnya saya dikabari diterima pada bulan Juli oleh professor saya, namun surat resmi bahwa saya diterima tak kunjung datang sampai bulan Agustus.

Meskipun saya belum menerima surat resmi dari universitas, perusahaan saya memiliki peraturan tertulis untuk pengunduran diri, jadi terpaksa saya konsultasi dengan manager dan kepegawaian, kalau saya mau berhenti kerja karena 3 alasan kendala yang saya sebutkan diatas.


==============
Pertimbangan untuk bertahan di perusahaan sekarang
Setelah konsultasi dengan kepegawaian, ada godaan dan kendala untuk berhenti dari perusahaan ini
1. Ditawarkan kantor untuk memakai sistem khusus agar bisa solat Jumat!
Saya sangat senang mendengar hal ini, pada ahirnya perusahaan membolehkan Solat Jumat dengan skema lembur tidak dibayar selama meninggalkan kantor untuk Solat Jumat. Tapi, bonus saya akan dipotong, saya sebetulnya tidak terlalu bermasalah dengan bonus yang dipotong, meskipun ada rasa kecewa, karena saya jika bertahan di kantor ini. Karena saya telah mengganti waktu untuk Solat Jumat dengan waktu lembur yang tidak dibayar, kenapa bonus harus dipotong juga. Selain itu setelah selalu ditolak selama lebih dari 2 tahun, kenapa setelah saya bilang ingin keluar baru diperbolehkan Solat Jumat, dan mereka bisa memproses agar saya bisa Solat Jumat hanya dalam 1 jam. Berarti selama lebih dari 2 tahun ini konsultasi saya tidak terlalu dianggap serius oleh pihak kepegawaian kantor. Saya jadi berpikir, jika di masa depan saya mengelami kendala lain, apakah akan ditolak dan baru diterima saat saya bilang lagi mau keluar...

2. Gaji dosen yang menurun cukup drastis, sementara biaya hidup di Tokyo lebih tinggi
Bukanlah sebuah rahasia lagi jika pendapatan bekerja di perusahaan multinasional swasta lebih besar daripada bekerja sebagai dosen. Sementara biaya hidup di Tokyo lebih tinggi dari Itami. Bekerja pada perusahaan multinasional swasta dengan pendapatan yang cukup besar membuat saya berada di atas gunung, dan ketika tau pendapatan sebagai dosen membuat saya dijatuhkan dari atas gunung yang pernah saya rasakan. Meskipun sebenarnya pendapatan dosen tidaklah buruk dibandingkan dengan pendapatan rata-rata pekerja di Jepang. Namun tetap saja ini menjadi pertimbangan saya dalam memilih pekerjaan karena perbedaan pendapatannya cukup besar, dalam setahun pendapatan bekerja di perusahaan saya sekarang dan sebagai dosen beda sekitar 1 juta yen, atau 130 juta rupiah dengan kurs saat ini.

Saya meminta waktu kepada bagian kepegawaian kantor dan manager saya untuk berpikir lebih lanjut selama 1 minggu saat libur obon


==============
Pertimbangan memilih pindah
Untuk Solat Jumat saya rasa sudah tidak ada masalah baik saya meneruskan bekerja di perusahaan sekarang ataupun pindah ke universitas di Tokyo.
Untuk urusan gaji, memang akan lebih berat, harus lebih irit lebih dari sekarang. Tapi saya rasa gaji dosen masih cukup untuk kami sekeluarga dan untuk sekolah anak kami di masa depan.

1. Karir
Seperti yang saya tuliskan diatas, di perusahaan sekarang kemungkinan besar tidak akan lebih dari supervisor, sementara di universitas bisa menjadi professor. Tentu jika memenuhi syarat, target saya sendiri bisa jadi professor dalam 15 tahun mendatang.

2. Pendidikan agama anak
Ada option untuk TPA atau madrasah di Tokyo, misalnya di madrasah YUAI, Masjid Otsuka, SRIT dan lain sebagainya. Jadi pendidikan agama untuk anak saya relatif lebih baik.

3. Kenyamanan istri
Pindah ke Tokyo membuka kemungkinan untuk istri saya untuk bekerja atau melanjutkan belajar bahasa Jepang yang sempat terputus. Tidak bisa dipungkiri, peluang untuk bekerja di Tokyo lebih besar dari di Itami.
Selain itu, istri saya bisa memiliki lebih banyak teman, karena lebih banyak komunitas orang Indonesia di Tokyo dan sekitarnya. Terkadang ada juga seminar seminar atau perteuan membahas macam macam hal yang diorganisir oleh suatu grup wanita Indonesia di Jepang.


==============
Mengundurkan diri dari posisi sekarang
Setelah mempertimbangkan hal - hal diatas, saya memutuskan untuk keluar dari perusahaan sekarang dan berkiprah menjadi dosen di universitas di Tokyo.
Saya sendiri telah memberikan surat pengunduran diri kepada manager dan bagian kepegawaian. Hari ini, tadi pagi, manager saya mengumumkan kepindahan saya kepada anggota grup kami.



Itami, 21 Agustus 2018
Ramadhona Saville, PhD
TKI di Jepang

Kisah Saya dan Matematika

Saya suka matematika sejak saya kecil, seingat saya saya mulai menyukai angka angka dan matematika sejak SD. Waktu itu saya kelas 2 atau kelas 3 SD, saya ingat saat menunggu ibu saya pulang kantor, saya membuat sendiri angka angka random yang entah dari mana saya dapatkan angka angka itu, lalu saya jumlahkan, saya kurangi, saya bagi, saya kalikan, atau saya ganti angka angka tersebut. Angka angka random tersebut saya tuliskan pada selembar kertas buram bekas menggunakan pensil HB. Saya mulai proses jumlah, kurang, bagi dan kali dari 1 digit angka, lalu setelah bosan dengan 1 digit, saya buat menjadi 2 digit. Saya masih ingat kala itu, sangat menyenangkan, juga ada rasa kepuasan tersendiri setelah menjawab soal yang padahal saya buat sendiri secara random. Tak lama setelah itu, ibu saya pulang kantor dan saya membanggakan apa yang telah saya lakukan. Sejauh yang saya ingat, saat itu lah saya mulai menyukai angka dan matematika.

Ketertarikan saya pun bertambah ketika SMP, saat SMP saya merasa superior, karena nilai matematika saya hampir tidak pernah dibawah 9 dari skala nilai 10. Mungkin karena kebetulan saya masuk ke SMP yang levelnya agak rendah. Tapi mungkin hal itu lah yang membuat saya makin menyukai matematika, karena makin percaya diri. Bukanya merendahkan atau apa, namun dibandingkan dengan SMP SMP top di kota tempat saya lahir dan dibesarkan, Bogor, SMP saya bukanlah yang memiliki banyak prestasi, syarat nilai untuk masuk pun cukup rendah. Tapi saya bersyukur karena diberi kesempatan untuk makin menyukai matematika.

Ketika SMA saya baru mengetahui ada orang yang sangat cerdas, level matematikanya diatas saya! Terlebih lagi, dia berasal dari SMP yang sama dengan saya, Iqbal namanya. Sejujurnya, saya pikir di SMP yang levelnya agak rendah itu tidak ada yang pandai matematika seperti Iqbal. Iqbal pun masuk SMA yang sama dengan saya. Kelas 1 pun sama kelasnya. Disitu saya tau kalau level matematika saya masih jauh dibawah orang orang seperti Iqbal.

Di SMA saya dan iqbal banyak berdiskusi, saya diajari banyak hal mengenai matematika. Saat itu dia menjadi "tujuan" saya, saya ingin sekali mengejar iqbal dalam hal matematika. Kami beberapa kali mengikuti lomba matematika, entah itu penyisihan olimpiade sains nasional, matematika ria IPB, lomba sains UI dan lainya.

Saya agak menyesal tentunya di SMA dan setelah lulus SMA, karena saat di bangku SMP saya tidak pernah menemukan orang yang pandai di bidang matematika, ikut lomba atau kompetisi matematika dimanapun. Kalau saja saya bertemu orang seperti Iqbal lebih cepat, atau ikut lomba matematika, mungkin saya akan lebih terpacu untuk menggali matematika lebih dalam.

Setelah lulus SMA saya melanjutkan kuliah ke IPB (dan UI), lalu berangkat ke Jepang dengan beasiswa dari kampus saya di jepang (Tokyo University of Agriculture, biasa disingkat nodai). Saya masuk ke nodai jurusan international biobusiness.

Singkat cerita di dunia universitas saya sangat jauh dari matematika, tidak ada mata kuliah matematika (ada sebenarnya, tapi sangat dasar di jurusan saya). Ada yang saya gunakan sedikit, untuk penelitian di tingkat 4, juga saya gunakan sedikit untuk penelitian master dan doktoral saya. Bahkan banyak sekali matematika tingkat SMA yang saya lupa.

Setelah lulus doktoral, saya lanjut bekerja di bagian litbang sebuah perusahaan swasta di Jepang, dan celakanya di bagian numerical control, computer aided manufacturing unit. Di tempat saya bekerja saat ini sangat membutuhkan pemahaman matematika dan perangkat lunak, terutama aljabar, geometri, analisis numerik dan grafik komputer.

Setelah 9 tahun sangat jauh dari matematika, sekarang saya harus berkutat dengan matematika yang bukan level SMA. Gawatnya, matematika level SMA saja saya sudah banyak yang tidak ingat, baik logika ataupun pola pikirnya, ataupun teoremanya, bagaimana dengan ini. Saat ini genap sudah 2 tahun saya bekerja sebagai peneliti, dan dalam 2 tahun ini saya belajar banyak sekali mengenai geometri berbekal pola pikir dan logika matematika yang mulai hilang. Tapi dibandingkan dengan rekan-rekan saya di kantor, saya merasa level matematika saya masih sangat rendah. Masih banyak sekali persamaan persamaan matematika yang saya belum bisa pecahkan, hal teknis yang saya belum paham untuk tujuan penelitian saya saat ini.

Saya sangat menyesal, ketika saya kuliah saya tidak mempelajari matematika, padahal meskipun di jurusan saya tidak ada mata kuliah matematika, ada jurusan lain yang menyediakan mata kuliah matematika, saya juga semestinya bisa belajar matematika dari pembimbing saya selama S1 sampai S3, bukan hanya memakai sedikit matematika. Atau ada cara lain yang sangat fleksibel, google, MITopencourseware, dan sebagainya, saya tinggal melakukan pencarian untuk belajar matematika. Tapi sayangnya saya tidak melakukan itu, dan jauh dari dunia matematika yang saya senangi selama 9 tahun.

Semoga dengan penyesalan ini saya bisa menambah semangat saya untuk belajar lebih banyak mengenai matematika lagi, menemukan keindahan matematika lagi seperti saat saya masih kecil. Karena pada dasarnya saya semakin yakin bahwa matematika sangatlah penting, bukan hanya untuk pekerjaan saya sekarang, tapi juga untuk banyak hal seperti melatih logika, pola pikir, membuat algoritma, mengerjakan hal teknis, membuat permodelan, konsep probabilitas, memahami statistik, proses pengambilan keputusan dan lain sebagainya.

Ganbarimasu!

Itami,
Selasa, 10 Juli 2018

muku muku room in itami

excellent places where you can go with your baby or toddler in itami, we can have mama tomo or papa tomo here

red : mukku mukku rooms that are open on saturday and sunday
blue :mukku mukku rooms that are close on saturday and sunday




Mencari kerja di Jepang, Gambaran Umum ♯1

Hari ini saya mengobrol dengan salah satu teman saya yang sedang mencari pekerjaan di Jepang.
Hal itu membuat saya mengingat kembali proses pencarian kerja saya beberapa tahun silam.
Pada 2015 Maret saya mulai mencari pekerjaan di Jepang, saat itu saya sedang menempuh program doktor tahun ke 2.

Timing
Sistem pencarian kerja di Jepang bagi yang berkuliah di Jepang adalah mencari pekerjaan setahun sebelum rencana kelulusan. Misalnya, rencana lulus doktor saya adalah taun 2016, maka saya sebaiknya mencari pekerjaan sejak tahun 2015.
Saya juga memulai pencarian kerja sejak Maret bukan tanpa alasan, namun karena pada bulan maret lah mulai diadakan job hunting seminar (就職活動セミナー) atau joint job fair (合同説明会). Biasanya job hunting atau job fair diadakan saat masih "dingin" mulai Januari sampai Maret.

Job Hunting Seminar
Pada seminar ini biasanya kita diberitau mengenai tata cara mencari pekerjaan di Jepang, jadwal pencarian kerja di Jepang dan mengenai pengetahuan dasar pencarian kerja di Jepang. Misalnya,
-timing job fair (Februari-Mei),
-mengajak kita berfikir dan memfokuskan untuk membatasi industri yang kita tuju, apakah itu industri manufaktur, industri makanan, jasa ataupun lainya, ataupun perusahaan sfesifik yang dituju
-kapan sebaiknya mendaftar di website perusahaan yang dituju (Februari-Mei),
-timing mengirimkan entry sheet (berikutnya disingkat ES, Februari-Juni),
-timing wawancara (April-Agustus),
-timing mendapatkan job offer (Agustus-Februari)
Namun tentu saja timing yang saya tulis diatas adalah timing rata-rata di jepang, tidaklah mutlak, tiap perusahaan bisa jadi berbeda.
Pada seminar tersebut biasanya juga diajarkan untuk pertama kali menuliskan ES atau CV (履歴書).
*note: saya memilih perusahaan agen pencarian kerja (人材派遣会社) yang relatif tidak terlalu besar, karena biasanya perusahaan yang tidak terlalu besar informasihnya tepat sasaran, dan setiap pencari kerja biasanya di"bantu" oleh satu orang staff agar bisa membantu kita mengeck ES, CV, ataupun latihan wawancara.
Biasanya perusahaan besar seperti Rikunavi atau Mynavi, memberi info yang terlalu banyak, membuat kita pencari kerja bingung sendiri, selain itu tidak ada staff yang membantu kita mengecekkan ES, CV, apalagi latihan wawancara.

Joint Job Fair (Februari-Mei)
Joint job fair merupakan acara yang menarik bagi pencari kerja, karena pada kesempatan ini, dalam 1 aula besar ada banyak perusahaan-perusahaan yang membuka stan, menjelaskan mengenai perusahaan mereka dan ada sesi tanya jawab singkat setelah diadakan penjelasan.
Tahun 2015 saya menyempatkan diri mendatangi beberapa joint job fair misalnya
-joint job fair Rakuten (untuk seluruh mahasiswa yang ada di Jepang)
-joint job fair Global Leader (khusus untuk orang asing di jepang)
-joint job fair AYNJ (khusus untuk warga negara ASEAN atau yang tertarik bekerja yang berhubungan dengan ASEAN)
Dan beberapa joint job fair lainya.
Di saat ini lah kita bisa mencari informasi sebanyak banyaknya mengenai perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang, juga bisa bertanya apa saja. Saat ini lah kita bisa mulai memfokuskan industri yang kita tuju untuk bekerja di masa depan. Di saat itu pun saya baru "ngeh" kalau perusahaan yang belum pernah saya dengar sebelumnya pun banyak sekali yang menarik dan faktanya merupakan perusahaan yang sangat besar. Misalnya mitsubishi electric corporation (melco), sampai saat itu saya hanya tau mitsubishi sebagai merek mobil, tapi faktanya melco bukan merupakan anak perusahaan dari mitsubishi motor (pembuat mobil), mereka perusahaan yang berbeda. Ternyata melco jika diperhatikan lebih baik ada dimana mana mulai dari tv, rice cooker, kulkas, lift, eskalator, sampai satelit, namun namanya baru saya dengar saat joint job fair.
Saya saat itu memutuskan untuk memfokuskan mencari pekerjaan di bidang manufaktur, lebih konkretnya di bagian litbang. Alasanya? karena menurut saya industri manufaktur itu menarik, dan merupakan salah satu industri kebanggan Jepang, saya bisa belajar banyak dari situ. Litbang saya pilih karena juga litbang merupakan salah satu kelebihan Jepang, Jepang memiliki kekuatan riset yang baik baik di dunia akademik maupun di perusahaan swasta, lagi lagi saya bisa belajar banyak dari situ.

Job Fair Spesifik Perusahaan (企業別説明会)
Setelah mengikuti beberapa kali joint job fair saya mulai bisa memetakan perusahaan yang saya tertarik. jika perusahaan itu merupaka perusahaan besar, biasanya mereka mengadakan job fair khusus untuk perusahaan itu. Misalnya panasonic, hitachi, melco dan lainya. Pada saat ini biasanya diadakan di dalam 1 aula yang terdapat stan departemen departemen perusahaan tersebut mulai dari stan litbang, marketing, patent dan copyright, produksi, sampai ke stan anak perusahaan. Saat itu, biasanya juga ada staff perusahaan yang ada di tiap stan yang akan membagi pengalaman kerja mereka di departemen yang bersangkutan. Disini kita dapat mengetahui informasi pekerjaan di departemen yang kita tuju dan bertanya mengenai apapun mengenai itu.

Melamar Kerja
Melamar kerja disini biasanya mengirimkan ES, saat ini banyak perusahaan yang memiliki sistem online untuk memasukan ES. Setelah itu biasanya ada tes kemempuan dasar (SPI) dan psikotes yang harus kita lewati.
Biasanya bahasa Jepang, meskipun saat ini saya dengar sudah banyak perusahaan yang mengadakan tes ini dalam bahasa inggris.
Jangan hawatir dengan bahasa jepang, bisa menjawab SPI setengah saja sudah bagus untuk kita yang bukan native.
*note: Kalau tidak tau jawabanya atau waktunya habis, pilih saja jawaban yang sama untuk semua pertanyaan yang kita tidak bisa jawab, kalau saya selalu menjawab [b] untuk semua pertanyaan yang saya tidak bisa jawab.

Wawancara (April-Agustus)
Setelah mengirimkan ES dan melakukan tes, biasanya di website ada pemberitauan apakah kita lolos ke tahap wawancara atau tidak. Biasanya jika lolos ke tahap wawancara, akan ada rata-rata 2x wawancara sampai kita mendapatkan job offer. pertama tama wawancara oleh staff HRD, dan kedua biasanya dengan sekelas manager/bahkan direktur di departemen yang kita tuju. 
Ada beberapa jenis wawancara dalam melakukan pencarian kerja di Jepang, yang saya tau,
-focus group discussion (fgd), pada fgd kita akan dibuatkan grup kecil sekitar 4-6 orang, ditambah ada penilai dari perusahaan. Biasanya grup kita akan dihadapkan pada suatu masalah yang disajikan oleh tim penilai, setelah itu cara kita bekerja dalam tim akan dinilai.
-Makan-makan, ini merupakan salah satu jenis wawancara terselubung, tidak banyak perusahaan yang melakukan tipe wawancara seperti ini, tapi ini benar-benar ada. biasanya kita diundang untuk datang ke sebuah aula yang telah di set untuk berpesta, kita diberikan nomor meja di gabung dengan para kandidat lain dan tim penilai di tiap meja. Saat ini yang dinilai adalah tata cara kita berkomunikasi dengan orang lain.
-wawancara grup, biasanya wawancara grup ini dilakukan bersamaan dengan beberapa kandidat lain (3-8) orang. Pada saat inin kita akan ditanya dengan pertanyaan yang sama secara bergantian dan berutrutan, entah dari kanan ke kiri atau sebaliknya.
-wawancara individual, biasanya kita sendiri vs beberapa orang dari perusahaan.
*note:wawancara grup ataupun individu biasanya mengacu kepada ES yang kita buat, tidak jarang pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan yang sama dengan yang ada di ES. Jadi jangan sampai lupa apa yang kita tulis di ES.

Job Offer (内定 - Agustus-Februari)
Setelah melalui rangkaian pencarian kerja yang saya tuliskan diatas, jika lolos semua tahapan, kita akan mendapatkan Job Offer, bisa melalui telepon, email, surat atau bahkan melalui universitas (pembimbing/career center universitas). Biasanya setelah mendapat job offer, kita akan diberikan waktu untuk berfikir untuk menerima tawaran kerja tersebut atau tidak. 

Selamat mencari kerja di Jepang

2 way authentification in instagram has a big hole


旧アカウントはハックされたので、新しく作りました。
旧アカウントのふぉろーをやめるなり、ブロックするなり、好きにしてくれればいいです。
インスタのバカな2段階認証のせいで、おそらくそのハッカーは僕の電話番号が知っているでしょう。
なので、誰かから変な連絡が来たら、無視して、僕に教えてくれれば助かります。
よろしくお願いします!
*痛いほど学びました
>電話番号はsnsに認証として使わない
>「電話番号を入れろ」と言った分けわからん奴は聞かない

my old account is hacked
pleasy kindly unfollow, report, block or do whatever you like,
this person probably also knows my phone number *thanks to the stupid 2way authentication of instagram*,
if someone contact you and
ask for a strange thing, just ignore and please let me know
thanks!
*lesson learned the hard way
>do not put your number on sns
>do not listen to some smart-arse kid to put your number

mengenai dunia penelitian di (LIPI) Indonesia

Tempo hari saya mengobrol dengan abang saya mengenai pembelian microscope slide micrometer calibration untuk kepentingan penelitian
 di LIPI menggunakan uang pribadi abang saya. Saya lantas mempertanyakan, "kenapa untuk penelitian
 kepentingan kantor harus mengeluarkan uang pribadi?".

Sebelum berceloteh lebih jauh, sepertinya perlu saya tuliskan disclaimer terlebih dahulu.
1. Saya paham dunia penelitian di indonesia memang unik.
2. Saya juga paham tidak semua kegiatan penelitian kantor harus menggunakan uang pribadi.
3. Hal yang sama (saya harap) tidak dialami oleh seluruh peneliti di Indonesia.

Cerita ini dimulai dari abang saya yang meminta tolong untuk dibelikan microscope slide micrometer calibration di ebay, dikirimkan ke alamat saya di Jepang dan ketika saya pulang ke Indonesia bisa saya berikan kepada abang saya. Abang saya minta tolong karena lebih banyak rintangan jika beli barang melalui ebay dan dikirimkan ke Indonesia. Misalnya, ditahan oleh beacukai, ataupun oleh kantor pos. Kebetulan jika beli slide yang diminta tolong itu, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Jepang dan tanggal kepulangan saya ke Indonesia, sangat mepet. Ada kemungkinan saya pulang tapi slide belum sampai ke alamat saya.

Saya coba untuk mencarikan slide yang mirip di Jepang. Tapi ternyata harganya berbeda jauh, produk Jepang jauh lebih mahal dari produk yang ada di ebay itu. Lalu saya tawarkan untuk beli produk Jepang ke abang saya, tapi ternyata abang saya tidak jadi beli. Dia bilang, terlalu mahal, karena dia mau beli pakai uang pribadi. Disitu saya mempertanyakan, kenapa untuk beli alat penelitian kepentingan kantor harus mengeluarkan uang pribadi?. Ketika mengobrol di kesempatan lain dengan abang saya, banyak rintangan yang ada di LIPI. Contoh lainya, di ruangan abang saya ada komputer, tapi sudah uzur, lamban sekali. Lagi-lagi abang saya berencana untuk beli komputer menggunakan uang pribadi. Sebagai seorang peneliti juga, saya merasa agak kaget. Sekarang tahun 2017, komputer merupakan salah satu alat paling krusial bagi peneliti masa kini. Hal paling sederhana, kita harus menulis paper ataupun patent, atau produk penelitian lainya di komputer. Hal lain, komputer juga adalah alat yang sangat diandalkan untuk menganalisa data, membuat simulasi dan lain lain. Dengan ke tidak tersediaan alat paling krusial, bagaimana peneliti  bisa penelitian dengan maksimal?

Contoh rintangan lainya, koneksi internet yang sangat lamban. Jaman sekarang pun internet sangat dibutuhkan untuk para peneliti. Sebut saja pencarian referensi literatur untuk penelitian, data, informasi dan lain lain. Sama dengan komputer, bagaimana peneliti  bisa penelitian dengan maksimal?

Salah satu contoh lain adalah telpon yang hanya bisa dipakai untuk antar ruangan. Telpon yang bisa terhubung dengan dunia luar lipi ada salah satunya di ruangan sekertaris. Lagi-lagi saya mempertanyakan, kenapa cuma ada di ruang sekertaris? Saya rasa peneliti pun sangat butuh telpon, untuk komunikasi dengan pihak luar LIPI misalnya. Apa semua harus dengan email, atau harus ke ruangan sekertaris. Memang itu salah satu tindakan preventif supaya tidak disalah gunakan. Tapi jika ini alasanya, terlalu berlebihan. Juga kalau begitu kenapa tidak menggunakan IP phone? Meskipun disalah gunakan, biayanya murah sekali jika menggunakan IP phone. Bahkan kantor sebelah LIPI yang sama sama lembaga pemerintan, BKPM, sudah sejak lama pakai IP Phone. Untungnya abang saya tidak berfikir untuk beli IP phone sendiri.

Dengan titel lembaga penelitian terbesar di Indonesia, lumrah jika banyak orang yang berfikir, LIPI adalah tempat dengan banyak teknologi terbaru. Saya salah satu yang berfikir seperti itu juga. Ternyata tidak demikian adanya. Bukanya saya ingin menjelek-jelekan nama LIPI. Tapi, bagaimana bisa lembaga penelitian terbesar di Indonesia sekelas LIPI ternyata seperti itu. Saya pun mempertanyakan, bagaimana dunia penelitian di Indonesia mau maju pesat jika lembaga sekaliber LIPI ternyata seperti itu. Bukankah LIPI seharusnya yang menjadi pionir penelitian di Indonesia?

Sebagai sesama peneliti juga saya selalu dididik untuk tidak menggunakan uang pribadi untuk urusan kerjaan kantor. Makanya, saya merasa ada yang unik dari kasus mengenai LIPI ini. Sejak kuliah, professor saya mendidik saya untuk sebisa mungkin tidak menggunakan dana pribadi untuk kepentingan penelitian kampus. Setelah bekerja sebagai peneliti di perusahaan swasta pun kantor saya melarang untuk menggunakan dana pribadi untuk kepentingan penelitian kantor. Kantor saya jauh dari kantor yang sempurna, beberapa kali terkena kasus dan sampai sekarang banyak yang bilang bahwa kantor saya termasuk "Black Company" karena beberapa kali diangkat media soal kasus bunuh diri karyawan karena stress masalah kerjaan ataupun kasus karyawan yang depresi dan harus dirawat dirumah sakit ataupun oleh psikolog. Kantor saya juga bahkan terkesan agak pelit untuk urusan keuangan. Tapi kantor saya mengerti esensi penelitian, penelitian adalah sebuah investasi yang sangat penting untuk menghasilkan produk inovatif berkualitas tinggi. Produk dari hasil investasi itu lah yang akan dijual untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan yang pada ahirnya akan menggerakan perekonomian kantor.

Begitu pula dengan negara-negara maju. Saya ambil Contoh Jepang, karena kebetulan saya kuliah, hidup dan tinggal di Jepang. Saat ini jepang menganggarkan dana riset sebesar 3.6% dari PDB sementara Indonesia 0.2%. Oke memang banyak yang berfikir, Jepang negara maju, punya uang cukup untuk penelitian. Tapi, kita lihat sejarahnya, tahun 1945 Jepang hancur berantakan kalah PD 2. 2 kota besarnya di bom. Uang banyak terpakai untuk perang, kesengsaraan, kemiskinan, kekurangan gizi, banyak yang meninggal dipinggir jalan. Di saat kritis ini pemerintah Jepang, universitas, perusahaan swasta tetap berusaha menggalakkan penelitian dan pendidikan karena mereka sadar bahwa penelitian adalah salah satu investasi paling penting. Hasilnya, banyak sekali universitas, lembaga riset, perusahaan swasta di Jepang memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi dalam bidang penelitian, ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak lupa mengenai tingkat ekonomi Jepang saat ini, GDP Jepang mencapai 39.000 USD.

Salah satu contoh lain adalah Jerman. Saya belum pernah merasakan tinggal di Jerman, tapi saya sedikit banyak bisa baca data. Jerman pun sama, kalah PD 2, kondisi jerman tidak jauh dari Jepang. Tapi sekarang bahkan GDP Jerman berada diatas Jepang, yakni 42.000 USD. Sama seperti Jepang, banyak sekali universitas, lembaga riset, perusahaan swasta di Jerman yang memiliki tingkat kredibilitas yang sangat tinggi. Semua itu bisa dicapai karena Jepang dan Jerman memiliki kesamaan. Lagi-lagi, menggalakan penelitian dan pendidikan. Masih banyak sekali contoh yang bisa saya tuliskan disini, tapi ilustrasi kantor saya dan 2 negara maju yang dulu kalah PD 2, hancur lebur berantakan itu saya rasa sudah cukup mewaliki apa yang mau saya utarakan dalam tulisan ini. Dari beberapa contoh yang saya utarakan, dapat disimpulkan bahwa riset dan pendidikan merupakan investasi yang sangat menguntungkan untuk masa depan, baik untuk perekonomian ataupun untuk dunia pendidikan
suatu negara ataupun organisasi. 

Memang banyak faktor yang jadi alasan LIPI seperti itu, misalnya seperti yang ada di press release LIPI sendiri . Pemerintah pusat punya andil besar juga dalam hal ini. Saya juga sedikit paham bahwa dana suatu lembaga pemerintah ditentukan oleh DPR, MPR dan pemerintah pusat. Sudah bukan rahasia lagi bahwa cara lembaga pemerintah untuk mendapatkan dana yang lebih banyak adalah dengan melobi DPR, MPR dan pemerintah pusat. Saya hanya bisa menduga, ada kemungkinan bahwa pejabat LIPI belum berhasil melobi DPR, MPR dan pemerintah pusat untuk mendapatkan dana yang lebih banyak, bahkan sampai dipangkas. Saya yakin LIPI sudah dan sedang berusaha untuk menaikan dana untuk LIPI.
Semoga petinggi LIPI bisa melobi DPR, MPR dan pemerintah pusat agar dana untuk LIPI lebih banyak. Yang tidak ketinggalan, semoga DPR, MPR dan pemerintah pusat juga pemerintah pusat mau berfikir dan mengerti seperti perusahaan swasta atau negara maju lainya, bahwa penelitian adalah salah satu investasi yang sangat penting untuk menggerakan ekonomi Indonesia.

Lewat tulisan ini juga saya ingin mengapresiasi abang saya. Respect untuk abang saya. Abang saya tetap berusaha bekerja melakukan penelitian yang notabene pekerjaan kantor meskipun menggunakan uang pribadinya. Kalau saya yang berada dalam posisi itu, mungkin saya sudah "tidak sreg" dan mengundurkan diri untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

Itami, 12 Desember 2017

TKI di Jepang, 
 
Ramadhona Saville, PhD.



花火の季節が来た~ァ!
the hanabi season has arrived!

me on nikkei shinbun



 新卒の就職戦線に外国人留学生が相次ぎ参戦している。中堅・中小企業にとどまらず、最近は海外で事業を展開する大企業が「若くて優秀なグローバル人材が採れるなら」と外国人の新卒採用に本腰を入れ始めたからだ。引く手あまたの売り手市場のはずだった就職に異変あり。新たなライバルの出現に日本人の就活生もうかうかしてはいられない。

 「エネルギーや重工業、自動車業界の大手の日本企業に就職したい」。3月下旬に都内で留学生向け就職合同説明会「ASEANジョブ・フェア2016」が開かれた。JX日鉱日石エネルギー、日産自動車、NEC、ユニ・チャームなど大手企業が所狭しとブースを設けた会場で、マレーシア人の男性留学生、チョン・ザオシャンさん(23)はこう意気込む。
 マレーシア政府などの留学制度を使って11年春に来日。群馬工業高等専門学校を経て、千葉大学工学部で機械工学を学ぶ4年生だ。「できる語学はマレー語、英語、中国語と日本語。日本の大手企業でキャリアを磨きたい」と10社近くのブースを回った。


 東京農業大学を卒業し、今は博士課程で国際バイオビジネスを研究する男性、ラマドナ・サフィルさん(26)はインドネシアのボゴール農科大学1年生のときに留学してきた。「日本の大手企業が外国人を積極的に新卒採用するようになった今年は、私たちにとってチャンス」と話す。

 
2日間で45社の大手企業が出展した合同説明会には延べ570人を超える外国人の就職希望者が集まった。今年に入り都内各地では「エントリーシートってどう書くの?」「『解禁』って何?」と戸惑う外国人に日本特有の就活戦線を乗り切るための無料セミナーが次々と開かれ、日本人就活生と比べたハンディは縮まりつつある。
 法務省入国管理局の統計では、13年に日本企業などへの就職を目的に在留資格の変更を許可された外国人留学生は1万1647人と01年の約3倍に増えた。最近は「グローバルに事業展開する大手の日本企業が国籍に関係なく国内外の人材を新卒採用するようになり、潮目が変わった」と合同説明会を主催したインテリジェンス新卒事業部の長谷川慧輔グループリーダーは分析する。
 これまで日本人中心に新卒採用してきた大手各社の外国人採用への意欲は高まっている。連結売上高の海外比率が7割超のダイキン工業は「国内、海外を問わず、優秀な人材を採用していきたい」(人事本部)。連結ベースの収益の海外比率を10%に上げる計画の明治安田生命保険は「今後は優秀な外国人なら新卒で積極採用する」(人事部人事グループの金沢善明グループマネジャー)という。
 新卒採用で日本人と外国人の垣根をなくす企業もある。日産自動車は海外の学校で学ぶ人に門戸を広げるため、通年で新卒採用する。「新卒採用に外国人の枠を設けない。優秀な人材なら国籍に関係なく新卒で採用する」と人事本部グローバル人事企画部の内山悟主管は強調する。11年度に新卒入社(工場を除く)122人中7人だった外国人が、15年度(現時点)は400人中53人に増えた。
 ただ、大手企業ですでに働く外国人社員に聞くと「昇進が欧米企業より遅く、先が読めない」(30代中国人男性)、「手本となる生え抜き外国人の先輩がいない。相談相手もいない」(20代中国人女性)といった声が多い。企業にとっては「入社3年ほどで辞められてはコストが回収できない」(ある大手メーカー幹部)との不満があり、この溝をどう埋めるかは喫緊の課題だ。
 外国人社員に長く勤めてもらおうと、一歩踏み込む企業が出てきた。NECは内定した外国人のうち海外の大学出身者には日本語のコミュニケーションを磨く約3カ月間の合宿を入社前に開く。入社後に英語などで相談できる先輩社員(メンター)を付ける制度も導入した。3月からは、日本語でしか使えなかった勤務管理や出張費などの社内手続きを英語でできるシステムに切り替えたという。
 海外の大学4校とインターンシップをするなど人材発掘にも余念がなく、11年度に4%だったNECの外国人新卒採用者は15年度、380人中68人と20%近くに増えた。「事業のグローバル化を進める上で世界各地の市場に精通した人材は欠かせない。異文化の人材が加わることで、社員の意識改革にもつながる」(人事部の森井伸一シニアマネージャー)とさらに外国人採用を増やす方針だ。
 企業の採用事情に詳しい三菱UFJリサーチ&コンサルティングの南田あゆみ副主任研究員は「せっかく育成した優秀な外国人を欧米やアジアの有力企業に奪われるのは企業にとって損失。キャリア形成の早い段階で5年後、10年後にどんな責任ある仕事を任せようとしているのか、企業が各自に示すことが重要」と指摘している。

fried food


street fried food
屋台の揚げ物
gorengan dipinggir jalan

a phone call anyone?





i found this deserted public phone in bali. i found that one of indonesian people weaknesses: poor maintenance of a public thingies. in japan a lot of public phone is still working in a good condition, is it not needed anymore here in indonesia? no! i think sometimes we need a public phone to make a phone call. will we learn? i hope so. 

バリ島行ってきたときに見つかった公衆電話です。インドネシア人の欠点おひとつ:公共物を管理しないことです。日本では公衆電話がよく見られており、問題なく使えますが、インドネシアではもう要らないですか?そんなことないと思います!たまには必要な時が来ます。公共物の管理がよくなってほしいです。

illumination



Posted by Picasa
a very beautiful illumination in shinjuku, although it's been kind of late, happy new year!
新宿におけるとても奇麗なイルミネーション、遅いですが、良いお年を!


available here

shibuya

 
Posted by Picasa


the famous shibuya intersection 
有名な渋谷交差点

cloudy yet sunny mekong

cloudy yet sunny mekong by ramadhonasaville



a cloudy yet sunny day on mekong delta, beautiful place with plenty of small boat and traders on the floating market
メコンデルタの曇りでありながら晴れていた日、奇麗な場所でした。水上マーケットでは小さな船とトレーダーが多数いました。

graduation

graduation by ramadhonasaville
graduation, a photo by ramadhonasaville on Flickr.

Nodai graduation 2012
Congratulation and celebration

top of the world

 
Posted by Picasa


we did it again for the second time!
on the top of mt.fuji

やりましたね,二回目!
富士山の頂上

shinjuku and the fisheye

 
Posted by Picasa


guess where was this photo taken?
どこに撮ったと思いますか。

MY FLICKR

the university of tokyo night view

 


night view of the university of tokyo kasiwa no ha campus, great campus indeed. i will be missing that campus especially the canteen where i can eat the jumbo size bowl of kakiage, and also of course JAMSS kashiwa which is located the next to this campus, where i worked (did my part time actually), met mr.dorj, and got some ideas and lesson from him. Thank you mr dorj!

東京大学柏の葉キャンパスのナイトヴィウ、とても良いキャンパスだと思う。そのキャンパスを寂しく思うだろう、特に食堂。その食堂で大盛り(特盛の方が良いかな ;p)のかき揚げが食べられるから。もちろんJAMSS柏も寂しく思うだろう(このキャンパスのすぐ隣に位置している)。あそこでの仕事(バイト!)、ドルジさんに会ったこと、ドルジさんから色々なアイデアや教訓を教えて下さった。有難う御座いますドルジさん。
Posted by Picasa