Muslim travelers in Japan prioritize prayer room when choosing place to dine out!

Driving factor of Muslim travelers in Japan when choosing a place for dining out?
 
Together with Ahmad Mahbubi Mufti , we tried to clarify factors influencing Muslim travelers when dining out in Japan.
 
1. What’s the priority for Muslim travelers when choosing a place for dining out?
> 70% of Muslim travelers in Japan prioritized prayer room availability more than halal-certified food (although in the last decade we experienced halal boom). Only 20% of Muslim travelers were prioritizing halal-certified food. If you are making a business targeting Muslim travelers (maybe after this COVID-19 pandemic end), then you should consider providing a prayer room as your first service priority. If you still have the budget, time and energy, then gaining halal certification is also a good idea.
 
2. How much are Muslim travelers willing to pay for one serve of halal-certified food with a prayer room available?
> They were willing to pay for as much as 1.5 times higher than the average price of the same dish in Japan. E. g. Muslim travelers were willing to pay as much as 1,200 JPY for ramen (the average price of ramen in 2018 was 800 JPY). Their purchasing power is good, and they tend not to consider price when selecting their preferred place.
 
If you are interested to read the full paper (it’s open access), you can find it here

Belajar Marketing dari Elon Musk

Siapa yang tidak tau "Elon Musk" ?
Wajahnya ada di berbagai macam media, cuitan cuitan dia ada di berbagai media pula.
Perusahaanya sedang naik daun, Tesla, SpaceX.

Terlepas dari dia menjual berbagai mimpi dan realisasi dari topik yang sedang populer lihat saja perusahaan yang dia punya.

Jadi menurut saya, visi dan realisasi mas Elon memang beda sama kebanyakan orang lain. Yang saya ingin soroti adalah, di saat yang bersamaan dia juga banyak melakukan banyak branding dan marketing dengan cara yang cerdas, sebagai booster, saya duga dia (mungkin dengan timnya mungkin ngga) sengaja melakukanya apalagi tau kalau dia juga punya gelar di bidang fisika dan ekonomi manajemen. Dia tau percis prinsip ekonomi, apa itu marketing, manajemen dan hal yang berhubungan dengan topik tersebut.

Yang paling mudah dilihat untuk dunia marketing itu twitternya mas Elon, mas Elon tenar di banyak media masa dan media sosial sejak taun 2015, frekuensi twit (dan twit nyelenehnya obviously) makin meningkat sejak 2015 juga.

Ada analisis yang menarik mengenai cuitan mas Elon, bisa dilihat disini.
<https://www.business2community.com/sales-management/we-analyzed-Elon-musks-twitter-heres-what-we-learned-about-sales-psychology-02229161>

makin nyeleneh twitnya makin banyak followernya, makin banyak retweetnya dsb, bukan cuman twitternya, sns sns lain mas Elon pun trendnya begitu, makin banyak media coveragenya, makin banyak twit dan twit nyelenehnya mas Elon, kecenderunganya mas Elon sadar kalau itu bisa jadi marketingnya.
Makanya saya pikir, selain visi dan realisasi yang jelas, paralel dengan juga dengan brandingnya, itu booster yang sangat berpengaruh untuk dapat pengikut, sekali dapat pengikut, apalagi setia, bisa jauh lebih mudah jadi investor atau customer dan repeat customer nantinya.

Apakah ada yang pernah dengar nama "Joshua Tetrick"? Saya rasa sangaat sedikit yang pernah dengar, dia juga pebisnis, perusahaan makanan dengan visi yang jelas, realisasinya juga jelas, tapi ngga setenar mas Elon, atau banyak pebisnis pebisnis lainya juga seperti itu
Apakah visi dan realisasi eksekutif perusahaan lain juga kalah dari mas Elon? saya rasa ngga juga, tapi apakah setenar mas Elon? sayangnya ngga, disitu dibutuhkan branding (marketing).

Contoh lain. self driving car, tesla dan perusahaan lama saya, kualitas diatas kertas, sistem perusahaan lama saya sedikit lebih baik, tapi sedikit sekali yang tau sistem self driving perusahaan lama saya, ok memang bukan apple to apple perbandinganya, tesla bikin self driving car system, mobilnya dan batrenya, perusahaan lama saya bikin sistem sama komponennya aja di dalem mobil mobil lain, tapi ya media coverage dan brandingnya jauh beda. Itu bisa terjadi karena branding dan marketing yang kuat.

Atau ketika mobil mobil tesla di launch, coverage media masanya, sns, fanboy, gaungnya terdengar dimana2, di periode yang sama mobil2 lainya, apakah seperti itu? Sayangnya jauh kalah oleh berita tesla
Yang ahir ahir ini sebelum corona rame, juga ada cybertruck, itu beritanya berminggu minggu, dimana mana, jadi meme dimana mana, ada kaca pecah pas launching, yang banyak yang bilang juga kesengajaan di buat dipanggung seperti itu, buat marketing mereka supaya diberitakan dimana mana, kalau memang betul disengaja ada insiden kaca pecah, itu cerdas sekali.
Kalau pun ngga sengaja dan beneran insiden juga hebat sekali karena bisa berubah jadi popularitas karena insiden, tetep beritanya dimana mana juga, again branding, marketing.

Apakah popularitas di media masa, sns dll mempengaruhi harga saham dan valuasi perusahaan? Iya juga sebagai salah satu faktor, mungkin besar mungkin ngga pengaruhnya, tergantung jenis perusahaanya, tapi berpengaruh.
Ini contoh lain karena cuitan di media yang mempengaruhi valuasi perusahaanya (Tesla). Branding, marketing itu sangat berpengaruh.
<https://www.washingtonpost.com/technology/2020/05/01/musk-tesla-stock/>

Untuk tesla, juga berpengaruh, mereka baru jual sekitar 300,000 - 400,000 mobil di tahun 2019, dibanding perusahaan mobil lain, ya jauh dibawah, profit? masih sedikit dan cenderung naik, makanya marketing juga salah satu ujung tombak bagi perusahaan, apalagi  yang masih bergantung dari investor, menggaet investor butuh marketing yang bagus juga pastinya, supaya investor percaya, apalagi masih sedikit profitnya.

Ada juga yang bilang value nya tesla itu ya karena media coveragenya sangat berpengaruh, (malah banyak yang bilang overvaluated juga) diperlakukan kayak tech company semacem amazon atau google, uzai kamoshiremasen ga, media coverage adanya karena efek branding, marketing

Mungkin opini saya ada yang setuju, ada yang ngga, ya ngga apa apa namanya opini :)

BB情報システム論 第12回目 組織と情報システム

バイオビジネス 情報システム論 第12回目 組織と情報システム

PDFスライド

東京農業大学
国際バイオビジネス学科

サフィル ラマドナ


BB情報システム論 第11回目 顧客情報と情報システム

バイオビジネス 情報システム論 第11回目 顧客情報と情報システム

PDFスライド

東京農業大学
国際バイオビジネス学科

サフィル ラマドナ

BB情報システム論 第10回目 ネットビジネスと情報システム2

バイオビジネス 情報システム論 第10回目 ネットビジネスと情報システム2

PDFスライド

東京農業大学
国際バイオビジネス学科

サフィル ラマドナ

BB情報システム論 第9回目 ネットビジネスと情報システム

バイオビジネス 情報システム論 第9回目 ネットビジネスと情報システム

PDFスライド

東京農業大学
国際バイオビジネス学科

サフィル ラマドナ

BB情報システム論 第8回目 ビジネス戦略と情報システム2

バイオビジネス 情報システム論 第8回目 ビジネス戦略と情報システム2

PDFスライド

東京農業大学
国際バイオビジネス学科

サフィル ラマドナ